Defense of the Ancient 2 (Dota 2) merupakan game MOBA yang terkenal di seluruh dunia. Bahkan beberapa tahun lalu Dota 2 merupakan game dengan pengguna terbanyak. Banyaknya peminat pemain game MOBA membuat para developer game membuat game sejenis hampir di semua konsol.
Valve selaku publisher dari Dota 2 tahun ini mengerjakan ulang turnamen Dota Pro Circuit yang mereka namai DPC 2021. Kompetisi DPC 2021 saat ini masih bergulir. Valve menggantikan turnamen minor sebelumnya menjadi dua musim dalam satu tahun.
Pemenang dalam setiap turnamen ini nantinya akan menjadi perwakilan untuk melaju ke turnamen terbesar Dota 2 yaitu The International. Valve membuat perubahan yang signifikan, seperti periode transfer pemain dimulai setelah Major dan berakhir sebelum musim berikutnya dimulai.
Loading…
Sehingga roosters pemain harus didaftarkan di awal musim. Setiap perubahan roosters diluar ketentuan akan dikenakan pinalti yaitu pengurangan poin 15%. Format dalam turnamen Major juga dirombak habis-habisan.
Baca Juga: Akuisisi Glu Mobile, EA akan Merajai Pangsa Mobile Games
Sekarang akan ada 18 tim di turnamen major dengan komposisi. Empat tim masing-masing dari Eropa dan Cina, tiga tim dari SEA dan CIS, dua tim dari Amerika Utara dan Selatan serta tim teratas dari masing-masing wilayah langsung lolos ke babak playoff. Tim dengan peringkat kedua di tiap wilayah akan masuk tahap wild card.
Format Liga Regional
Terdapat 6 wilayah yang akan memainkan liga regional yang dibagi menjadi Upper Division dan Lower Division. Disetiap Liga Regional dua tim posisi terbawah di Upper Division akan diturunkan dan digantikan dua tim teratas di Lower Division. Dua tim terbawah di Lower Division akan terdegradasi dan digantikan oleh tim lain yang memenangkan open qualifier.
Loading…
Masing-masing divisi akan mengantongi hadiah total sebesar USD 280.000 di tiap seasonnya. Selain itu 5 tim teratas di Upper Division akan mendapatkan poin total sebesar 1150 poin. Perubahan format ini diharapkan akan membuat animo masyarakat semakin tinggi.








