Kalanoro adalah game action-adventure garapan Red Raketa Studio, developer indie asal Madagaskar yang bekerja sama dengan SEGA sebagai publisher. Game ini akan rilis di PS5, Switch, Xbox, dan PC. Berikut reviewnya!
Cerita & Latar Belakang

Kalanoro mengangkat dunia bernama Lemuria, tempat yang penuh warna dan terinspirasi dari kekayaan cerita rakyat Madagaskar. Lemuria dulunya adalah surga, tapi sekarang menderita di bawah kekuasaan kejam penyihir bernama Raneny. Karena sudah bosan mengeksploitasi tanah dan rakyatnya, Raneny memutuskan menggelar konser besar dengan band paling terkenal di pulau itu, semata demi hiburan pribadinya.
Protagonisnya sendiri unik banget — bukan manusia biasa, melainkan Kalakely, seekor Kalanoro, makhluk dari cerita rakyat Malagasy yang mirip peri berbulu dan dipercaya membawa keberuntungan. Sebuah ramalan “yang entah bagaimana terasa sah” mengirim Kalakely dalam misi untuk menggulingkan Raneny dengan cara membentuk band musik terhebat bersama para musisi lemur legendaris, lalu tampil di konser sang penyihir itu sendiri. Premis yang absurd tapi justru jadi daya tarik komedinya sendiri.
Loading…
Gameplay & Mekanik
Dari segi genre, Kalanoro adalah platformer 3D dengan sudut pandang top-down tanpa kontrol kamera manual, di mana pemain menggerakkan Kalakely dari satu titik ke titik lain sambil menghajar musuh dan menyelesaikan tantangan platforming.

Beberapa mekanik utamanya:
- Kombat pakai rambut & barang random: Pemain bertarung menggunakan kemampuan berbasis rambut serta apa pun yang ada di sekitar — termasuk sandal jepit dan wajan penggorengan. Konyol tapi kreatif.
- Eksplorasi & platforming: Pemain akan menjelajahi berbagai bioma yang hidup, melompati jebakan industrial, dan melewati level yang dirancang seputar pergerakan, rintangan, dan momentum.
- Puzzle berbasis rambut: dari demo yang sudah dicoba media, mekanik menarik lainnya adalah menggunakan rambut Kalakely untuk menyalurkan listrik dari generator yang berfungsi ke generator yang rusak, guna membuka pintu atau gerbang terkunci.
- Sistem “fans” & manajemen band: selain bertarung, ada mekanik “fans” di mana Kalakely mengumpulkan penggemar lewat aksi-aksi kecil seperti menyelamatkan karakter dan mengantar mereka pulang. Pemain juga bisa merekrut musisi lemur di seluruh area untuk membentuk band mereka sendiri, berinteraksi dengan anggota band di markas, dan terlibat dalam konten simulasi manajemen ringan.
- Item collectible: setiap level punya sejumlah item Kalanoro (mengacu ke makhluk dari judulnya) yang bisa dikumpulkan secara opsional, lalu ditukar untuk membeli item bantuan sekali pakai atau berkali pakai di toko.
Keunikannya
Yang bikin Kalanoro beda dari platformer action lain kebanyakan:
- Setting budaya yang jarang diangkat — game ini dibuat langsung oleh studio asal Madagaskar dan merayakan kekayaan seni budaya negara mereka sendiri, bukan sekadar tempelan estetika eksotis dari luar.
- Perpaduan genre yang campur-campur: Kalanoro memadukan platforming, kombat, dan manajemen ringan dalam satu paket yang khas — jadi bukan cuma “lompat-lompat pukul musuh”, ada lapisan simulasi band-nya juga.
- Nada humor yang kental — dari premis “menggulingkan diktator lewat konser musik” sampai senjata sehari-hari seperti wajan, game ini jelas tidak mengambil dirinya terlalu serius.
- Protagonis dari folklor yang jarang dipakai — karakter Kalanoro sendiri adalah makhluk mitologi yang hampir tidak pernah muncul di game mainstream, jadi ini semacam pengenalan budaya lewat medium interaktif.
Kalau kamu suka platformer santai dengan nuansa cerah, humor ringan, dan sedikit sentuhan budaya yang belum banyak dieksplorasi game lain, Kalanoro kayaknya cocok masuk radar kamu. Game ini akan rilis di multi platform pada tanggal 24 September 2026 nanti jadi jangan sampai ketinggalan.
Loading…








