Table of Contents
Proyek Misterius dari Capcom
Dunia game sudah terbiasa menunggu. Tapi jarang ada game yang mampu mempertahankan daya tariknya sekian lama hanya lewat satu trailer — dan itulah Pragmata. Diumumkan pertama kali pada Sony PlayStation 5 Showcase bulan Juni 2021, game ini langsung mencuri perhatian dengan visual sinematik yang memperlihatkan seorang pria bersetelan astronaut, seorang anak perempuan holografik, dan Bulan sebagai latar belakang yang tak terduga di tengah kota New York yang dijaga robot militer.
Yang membuat Pragmata berbeda bukan hanya estetikanya — melainkan kesabaran Capcom dalam menjaga misteri di baliknya. Di era di mana developer sering membanjiri fans dengan update dan bocoran, Capcom memilih jalur yang jarang diambil: diam, lalu bicara sekali dengan sangat keras.

Juni 2021
Loading…
Pengumuman perdana di PlayStation Showcase — trailer cinematic memperlihatkan New York futuristik, astronaut misterius, dan gadis holografik bernama Diana.
2022–2023
Rilis sempat dijadwalkan untuk 2023 sebelum Capcom mengumumkan penundaan. Alasan resmi: Capcom ingin memberikan waktu lebih bagi tim pengembang untuk memenuhi visi ambisius proyek ini.
2024
Loading…
Capcom memperbarui target rilis ke 2025, menandakan bahwa pengembangan sudah memasuki fase yang lebih matang. Bocoran teknis mulai bermunculan seputar sistem gameplay.
2025–2026
Informasi lebih detail mulai dirilis. Pragmata dikonfirmasi berjalan di atas RE Engine — mesin yang sama di balik Resident Evil Village dan Devil May Cry 5 — dengan gameplay yang disebut menggabungkan elemen aksi dan puzzle secara organik.
Proses pengembangan yang panjang ini bukan hal baru bagi Capcom. Studio yang sama pernah melewati fase reboot besar-besaran untuk seri Devil May Cry dan reinvensi total franchise Resident Evil yang melahirkan era RE Engine. Pragmata tampaknya sedang menjalani proses serupa — iterasi mendalam sebelum produk benar-benar siap diperlihatkan kepada dunia.
Loading…
“Capcom membangun game ini seolah mereka sedang menciptakan kosakata baru untuk genre aksi-petualangan — bukan sekadar menambah kata ke dalam kamus yang sudah ada.”
Puzzle sebagai Senjata

Salah satu hal yang paling menarik perhatian dari Pragmata — di luar visualnya yang memukau — adalah pendekatan gameplay yang diklaim developer sebagai sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya: sistem puzzle yang menjadi bagian integral dari mekanik pertarungan.
Berbeda dari game aksi konvensional di mana puzzle dan combat berjalan di jalur terpisah, Pragmata memosisikan keduanya dalam satu loop yang sama. Pemain tidak akan menemukan “ruangan puzzle” lalu “ruangan combat” secara bergantian — keduanya menyatu dalam satu napas.
Loading…
Puzzle sebagai Serangan
Memecahkan teka-teki secara langsung memicu efek serangan atau membuka kelemahan musuh dalam satu momen yang sama.
Tekanan Waktu Real-Time
Puzzle harus diselesaikan dalam tekanan combat aktif — musuh tidak menunggu pemain untuk berpikir.
Sinergi dengan Diana
Diana, si gadis holografik, berperan sebagai komponen kunci — kemampuannya sebagai AI membantu memproses dan memecahkan elemen puzzle secara kolaboratif.
Lingkungan Reaktif
Dunia game di Pragmata dirancang merespons keputusan pemain, membuat pendekatan setiap encounter terasa organik dan tidak berulang.
Desain ini mencerminkan ambisi besar Capcom untuk keluar dari zona nyaman. Kebanyakan game aksi besar memisahkan tantangan intelektual dan fisik — tapi Pragmata mengharuskan pemain untuk berpikir dan bertindak secara bersamaan. Ini bukan hanya soal skill jari di controller, melainkan juga soal ketajaman membaca situasi dalam waktu sangat terbatas.
Karakter Diana menjadi kunci dalam sistem ini. Sebagai entitas holografik dengan kemampuan memproses data secara instan, ia tidak hanya hadir sebagai elemen cerita — melainkan sebagai mitra gameplay yang fungsional. Interaksi antara protagonis utama (sang astronaut) dan Diana menciptakan dinamika dua karakter yang saling melengkapi, sesuatu yang mengingatkan pada formula sukses seperti Joel dan Ellie dalam The Last of Us, tapi dengan pendekatan mekanik yang jauh lebih terintegrasi.
6 Tahun Menunggu yang Terasa Manis

Pragmata adalah anomali yang menarik di lanskap industri game modern — sebuah proyek yang bertahan melewati beberapa generasi hype cycle, penundaan, dan perubahan ekspektasi, namun tetap mempertahankan aura misteri dan antusiasme yang kuat di sekitarnya.
Capcom membuktikan diri sebagai studio yang mampu menghidupkan kembali franchise-franchise lamanya dengan cara yang segar dan relevan. Dengan Pragmata, mereka tampaknya mengambil langkah lebih jauh — bukan sekadar reinvensi, tapi penciptaan sebuah identitas game yang benar-benar baru. Dari sisi narasi, setting yang memadukan Bumi yang terkontrol secara militer dengan petualangan ke Bulan menawarkan canvas yang luas untuk cerita yang ambisius. Dari sisi mekanik, fusi antara puzzle dan combat real-time adalah proposisi yang, jika dieksekusi dengan baik, bisa mendefinisikan genre tersendiri.







